Riken Institute Akui Malpraktek Riset Sel Punca
Selasa, 18 Maret 2014 01:07
(Tokyo) Riken Institute, lembaga riset yang berafiliasi dengan pemerintah Jepang, Jumat (14/03) pekan silam mengakui laporan penelitian yang ditulis salah seorang anggota periset wanita mengenai riset sel punca yang berpotensi membuat terobosan, menunjukkan sebagai hasil dari malpraktek yang serius.
Sejumlah data gambar yang digunakan dalam laporan penelitian dengan kode riset sel STAP, diduga identik dengan yang dilampirkan dalam tesis doktoral peneliti utama tiga tahun silam, ungkap juru bicara Riken Institute.
“Kami meminta maaf karena telah merusak krediblitas ilmu pengetahuan,” ujar Noyori Ryoji, President Riken Institute, yang pernah memenangkan penghargaan Nobel dibidang kimia pada tahun 2011. “Sangat disayangkan kesalahan serius terjadi pada proses riset dan penulisannya.”
“Periset yang tidak dewasa mengumpulkan data dalam jumlah besar dan mengelolanya secara tidak layak. Mereka kurang memiliki rasa tanggung jawab,” ujar Noyori.
Selanjutnya dalam konferensi pers, Riken juga menjelaskan hasil laporan penyelidikan sementara terkait tuduhan terhadap laporan penelitian yang diterbitkan dalam Nature, jurnal ilmiah Inggris, karena didapati banyak ketidakteraturan.
Lebih lanjut Riken menyatakan segera meneruskan penyelidikan guna mengetahui apakah data yang identik digunakan secara sengaja, dan disaat bersamaan akan meminta pihak ketiga memverifikasi keaslian sel STAP, yang merupakan singkatan dari Stimulus-triggered acquisition of pluripotency.
Sementara dalam pernyataan tertulis, Peneliti utama sel STAP Obokata Haruko, dan Sasai Yoshiki, serta Niwa Hitoshi, ketiganya berencana menarik kembali laporan penelitian yang mereka tulis, dan menyampaikan permintaan maaf.
Obokata, yang telah mendapat sorotan media, tidak menyadari kalau menyalin, dan kemudian menyisipkan gambar merupakan kesalahan, ungkap Riken yang menambahkan bukanlah disebut laporan penelitian jika menggunakan data gambar yang sama dari riset berbeda.
Kasus itu juga mendapat perhatian pemerintahan PM Abe. Dalam konferensi pers Hari Jumat, Sekretaris Kabinet Suga Yoshihide menyatakan Riken harus bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan, sambil menekankan hasil penyelidikan harus disampaikan secepatnya.
Dalam laporan penelitian yang ditulis Obokata, dan dua rekan penelitinya, mereka menyatakan telah menemukan cara termudah untuk memproduksi sel STAP.
Namun laporan penelitian itu langsung diperiksa karena adanya berbagai masalah yang timbul, termasuk adanya kesamaan gambar dengan yang digunakan dalam disertasi doktor Obokata di Universitas Waseda pada tahun 2011.
Gambar itu dinyatakan sangat penting karena mendukung pernyataan bahwa sel STAP benar-benar diproduksi.
Untuk menarik artikel dari Nature, terlebih dahulu harus didapatkan persetujuan secara prinsip dari semua penulis, yang berjumlah 14 orang berasal dari Jepang dan Amerika Serikat.
Salah seorang penulis, Charles Vacanti dari Harvard Medical School, tidak memberikan persetujuannya dan menyatakan dirinya meyakini pertanyaan terkait laporan riset itu tidak mempengaruhi temuan atau kesimpulan kami.”
| < Sebelumnya |
|---|
