Iida Kembangkan Kapabilitas Fisik Robot


(Zurich) Iida Fumiya, ilmuwan robot yang berdomisili di Swiss, melakukan penelitian yang berfokus pada peningkatan kapabilitas fisik robot daripada intelejensinya, dengan tujuan mengembangkan robot seperti layaknya mahkluk hidup.

Dalam kantornya di Institut Teknologi Fedarasi Swiss di Zurich, Iida Fumiya (39 tahun) menjelaskan, robot modern mampu membuat perhitungan tingkat tinggi, namun kemampuan atletiknya tetap serendah seperti halnya bayi manusia.


Iida, associate professor di Institute of Robotics and Intelligent Systems, sedang berusaha mengembangkan robot baru seperti makhluk hidup, dengan menggunakan isyarat dari fungsi fisik laten pada hewan, seperti kekuatan melompat kanguru atau memiliki penglihatan lebah madu.


Iida, yang berasal dari Tokyo, mengambil kelas doktoral di University of Zurich setelah menerima gelar master di Tokyo University of Science. Iida mempelajari lebah madu dari profesor Rofl Pfeifer, yang telah menggabungkan biologi kedalam penelitian robotnya.


“Seekor lebah madu memiliki otak yang kecil, namun mempunyai penglihatan baik dan mampu berkomunikasi secara baik dengan sesamanya,” ungkap Iida.


Iida menambahkan, “Jika kita mengamati binatang secara teliti, kemungkinan kita dapat mengembangkan robot dengan kemampuan yang sama.”


Saat ini, Iida sedang mengembangkan “Robot yang bertumbuh seperti hewan yang mempelajari berbagai hal, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan, seperti tubuh mereka tumbuh dewasa dan bertambah besar. Saya ingin mencoba menerapkan proses ini kepada robot.”


Setelah penelitiannya beberapa tahun di Jerman dan Amerika Serikat, Iida kembali ke Zurich pada tahun 2009 untuk mengambil gelarnya saat ini di universitas, yang juga dikenal sebagai ETH Zurich.


Iida mengungkapkan dirinya kerap ditanyai oleh koleganya di Swiss kenapa memutuskan meninggalkan Jepang, negara dengan teknologi robot yang paling canggih, dan datang jauh-jauh ke Swiss guna mempelajari robotika.


Iida mengatakan, “Saya memahami apa yang mereka rasakan karena saya sendiri berpikir, Jepang mungkin membanggakan diri sebagai No. 1 dalam teknologi robot di dunia.”


Namun Iida menyatakan, dirinya sangat sangat percaya bahwa peneliti di Jepang dan negara lain harus bergandengan tangan guna mengembangkan robot canggih lebih lanjut, bidang yang sebagian besar di dominasi oleh ilmuwan Jepang. Iida juga memilih tinggal di luar negeri karena dia berkeinginan melihat dunia selagi masih muda.