Jepang Kurangi Penangkapan Ikan Tuna Sirip Biru


(Tokyo) Tim ahli Badan Perikanan (Suisan cho/JFA) berencana mengusulkan upaya mengurangi penangkapan ikan tuna sirip biru muda akibat semakin menipisnya persediaan.

Menurut berita yang dilansir Kyodo News Senin (24/03), upaya yang akan dilaksanakan termasuk pendistribusian kuota penangkapan ke pelabuhan atau kapal dan memeriksa kepatuhan terhadap pemberlakuan kuota, yang ditujukan untuk mengurangi penangkapan ikan tuna sirip biru muda yang berusia tiga tahun atau dibawahnya mulai tahun 2015.


Dalam rapat pertama tim ahli Badan Perikanan (Suisan cho/JFA), yang berada dibawah Kementerian Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (Norin Suisan sho/MAFF), pejabat Badan Perikanan menjelaskan persediaan ikan tuna sirip biru dewasa di Samudera Pasifik di tahun 2012 diperkirakan sebanyak 26.324 ton, atau hampir mencapai rekor terendah.


JFA berencana mengurangi penangkapan ikan tuna sirip biru muda guna membantu memulihkan persediaan ikan dewasa dan mendorong negara lain untuk ikut mengurangi jumlah ikan yang mereka tangkap.


Pada awal tahun 2013, Pew Environment Group dari Amerika Serikat merilis hasil penelitian yang menunjukkan penurunan lebih dari 96 persen ikan tuna sirip biru akibat penangkapan yang berlebihan.


Jepang terkenal sebagai negara yang warganya mengkonsumsi ikan tuna paling banyak didunia. Sekitar 80 persen ikan tuna sirip biru dari Samudera Pasifik dan Atlantik diekspor ke Jepang, yang kemudian diolah menjadi sushi dan sashimi dengan harga yang sangat mahal.

Sampai tahun 2012, warga Jepang setiap tahunnya mengkonsumsi sekitar 43.000 ton ikan tuna sirip biru yang ditangkap di Samudera Pasifik, dan Atlantik. Sementara yang berasal dari wilayah Selatan sebanyak 10.000 ton setiap tahunnya.