Pemanasan Global Dorong Kenaikan Jumlah Kerugian Banjir
Selasa, 18 Maret 2014 01:14
(Tokyo) Kerugian tahunan kerusakan yang disebabkan banjir di Jepang diperkirakan tiga kali lipat pada akhir abad ini hingga 680 miliar yen, atau sekitar Rp 76 triliun, dikarenakan pemanasan global, ungkap tim riset Kementerian Lingkungan Hidup Senin (17/03).
Dalam laporan tim riset disebutkan kenaikan suhu rata-rata tahunan antara 3,5o dan 6.4o Celsius dibanding 100 tahun lalu dengan kemungkinan permukaan laut akan meningkat sekitar 60 centimeter di akhir abad ke-21, yang kemudian menyebabkan hilangnya sekitar 85% pasir pantai di Jepang.
Kenaikan suhu juga diproyeksikan meningkatkan korban kematian seluruh negeri karena gelombang panas disekitar pertengahan abad ini, dan memungkinkan tanaman subtropis tumbuh di banyak daerah di Jepang termasuk Tokyo.
Kemudian berdasarkan proyeksi dari empat bantuan komputer simulasi perubahan iklim saat ini, tim riset pemerintah menekankan pentingnya membatasi volume emisi gas rumah kaca dan mengambil langkah-langkah tepat untuk mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi.
Tidak jauh berbeda dengan Jepang, kerugian akibat banjir di Indonesia juga lumayan besar, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Banjir setiap tahun nilainya mencapai Rp 30 triliun.
Sedangkan mengenai pemicu banjir di Indonesia,menurut data dari Bidang Informasi Meteorologi, disebabkan oleh penguapan suhu permukaan laut, serta aktivitas di Samudra Pasifik dan di Samudra Hindia.
Perubahan iklim ini berdampak pada berubahnya pola cuaca dan kenaikan permukaan air laut, meningkatkan intensitas terjadinya cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang sangat tinggi, dan gelombang tinggi di berbagai perairan.
Sementara itu faktor tata ruang yang buruk, seperti pendangkalan dan penyempitan sungai, bantaran sungai dipenuhi oleh bangunan-bangunan baik yang berijin maupun tidak berijin, kurangnya lahan terbuka hijau sebagai resapan curahan air hujan berkontribusi memicu banjir yang lebih besar.
Menurut salah satu hasil penelitian dari greenpeace.org, mulai tahun 2016 banjir di Jakarta akibat air pasang rob akan semakin meningkat dari tahun ke tahun dan akan berpotensi menenggelamkan wilayah utara Jakarta pada tahun 2025.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
