Panasonic Corp Targetkan Laba 310 M Yen di tahun 2014


(Tokyo) Panasonic Corp memproyeksikan pada tahun fiskal 2014 dapat membukukan laba operasional senilai 310 miliar yen, dan melanjutkan program restrukturisasi unit bisnisnya yang merugi, termasuk produksi televisi.

“Kami ingin menyelesaikan reformasi struktural di tahun fiskal 2014, dan menyiapkan jalur yang solid untuk mencapai kenaikan rasio laba operasi 5 persen di tahun fiskal 2015,” ujar Tsuga Kazuhiro, Presiden Direktur Panasonic Corp Kamis (27/03).


Dalam rencana bisnis tahun fiskal 2014, Panasonic menargetkan dapat membukukan penjualan senilai 7.75 triliun yen, dengan harapan mencapai rasio laba operasi terhadap penjualan sebesar 4 persen.


Proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2014, jika dibandingkan dengan outlook laba bersih Panasonic yang senilai 100 miliar yen di tahun fiskal 2013, menunjukkan tren kenaikan, karena pada saat itu merugi 754.25 miliar yen. Sementara untuk laba operasi senilai 270 miliar yen, naik 67.8 persen, dan pada penjualan senilai 7.4 triliun yen, naik 1.3 persen.


Dengan menargetkan laba di setiap unit bisnisnya, perusahaan bertujuan mencapai target penjualan senilai 10 triliun yen di tahun fiskal 2018, melampaui rekor penjualan sebelumnya yang sebesar 9.11 triliun yen dibukukan pada tahun fiskal 2006.


Untuk mencapai target itu, Panasonic Corp akan memperluas bisnis yang ditujukan untuk segmen korporasi di sektor otomotif, perumahan, dan komponen listrik, di sisi lain meningkatkan penjualan di pasar yang sedang berkembang.


Sedangkan untuk program restrukturisasi, perusahaan berencana menghentikan produksi TV plasma tahun ini, dan menjual tiga pabrik semikonduktor di Jepang tengah, serta mengurangi jumlah pegawai.


Panasonic juga akan menjual pabrik layar plasma di kota Amagasaki, Prefektur Hyogo, yang negosiasinya diperkirakan selesai bulan September, kepada perusahaan yang didirikan Center Point Development, perusahaan konsultan investasi real estat.


Tsuga juga mengungkapkan, perusahaan akan membelanjakan 300 miliar yen antara tahun fiskal 2013-2014, untuk mendanai langkah reformasi internal dan melanjutkan upaya memperbaiki kinerja unit bisnis yang merugi, termasuk semikonduktor, telepon seluler, dan penyejuk udara.