Pertahankan Pertumbuhan, Panasonic Rilis Produk ber-SNI


(Jakarta) Untuk mempertahankan tren pertumbuhan yang terus naik dalam delapan tahun terakhir, Panasonic Gobel Indonesia untuk tahun 2014 menargetkan kenaikan penjualan dengan meluncurkan sejumlah produk yang memenuhi Standar Nasional Indonesia.


“Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang diproyeksikan stabil pada tahun 2014, kami yakin dapat mencapai target penjualan dengan mengikuti regulasi standarisasi produk Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan Panasonic Group di Asia Pasifik dan berkontribusi bagi perkembangan ekonomi Indonesia,” ujar Suga Hiroyoshi, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) di Jakarta Selasa (22/04).


Lebih lanjut Suga menjelaskan, Panasonic merupakan salah satu produsen perangkat elektronik rumah tangga paling awal mengikuti peraturan mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI), yang mulai berlaku pada bulan April ini, khususnya untuk produk seperti air conditioner, lemari es, mesin cuci, yang kesemuanya diproduksi di Indonesia.


“Kami sangat serius untuk mengikuti SNI, untuk itu Panasonic termasuk yang paling awal membuat produk mematuhi regulasi standar disini, karena kantor pusat Panasonic menetapkan Indonesia sebagai negara strategis, dan bisa saya katakan proporsi Indonesia saat ini salah satu yang terbesar di kawasan Asia Pasifik, ” ungkap Suga.


Ketika ditanya mengenai layanan penjualan dan konsumen, Suga memaparkan Panasonic Indonesia untuk tahun ini menambah dua kantor cabang baru yang melayani penjualan, sehingga totalnya 17 diseluruh Indonesia.


“Jika bisnis tumbuh dengan baik, kami mempertimbangkan untuk menambah kantor cabang baru, namun itu bukanlah yang utama, karena paling penting adalah kinerjanya,” kata Suga.


Sementara mengenai Service Center, saat ini Panasonic memiliki 48 gerai yang dikelola sendiri, dan sebanyak 215 gerai Authorized Service Center dikelola pihak ketiga.


Untuk tahun 2014, Panasonic Indonesia merilis sejumlah produk baru seperti TV, Home Theater, Mirrorless Camera, lampu LED, Lemari Es, dan solusi bisnis seperti kamera keamanan, PABX, dan perangkat elektronik untuk infrastruktur.


“Kami sangat berharap pada produk TV di tahun ini, mengingat perhelatan Piala Dunia, dan karenanya segera merilis line up TV terbaru ukuran 32 dan 24 inchi, tapi hanya berfokus pada pasar premium, dan diproyeksikan dapat menaikan pertumbuhan perusahaan di semester kedua 2014 mencapai 120 persen,” papar Suga.


Sedangkan Rinaldi Sjarief, Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia menjelaskan, target pertumbuhan perusahaan di tahun 2014 sebesar 120 persen dibanding tahun 2013, yang menurutnya dipicu oleh stabilnya exchange rate, sehingga bisa berpengaruh terhadap permintaan, dan sama dengan prediksi pertumbuhan industri Indonesia.


Rinaldy juga memaparkan tentang kontribusi unit business to business (B to B), yang di tahun 2013 konstribusinya baru sekitar 3 persen, dan tahun ini diproyeksikan sekitar 7-8 persen.


“Proyek B to B prosesnya cukup lama, sekitar satu tahun karena ada proses desain dan lainnya, ini beda dengan consumer electronics yang langsung jual ke toko dan selesai, namun prospek pasarnya besar, seperti infrastruktur, lampu jalan, CCTV, dan automatic toll gate. Untuk lima tahun kedepan diharapkan bisa jadi salah satu pilar, dengan konstribusi sekitar 20 persen,” kata Rinaldy.