30 Kementerian & Perusahaan Jadi Sasaran Serangan Siber


(Tokyo) Lebih dari 30 Kementerian dan perusahaan di bidang pertahanan di Jepang menjadi sasaran serangan siber, yang dilakukan melalui surat elektronik dan cara lainnya sejak bulan Mei 2009, ungkap Kepolisian Metropolitan Tokyo Rabu (04/06).


Hasil penyelidikan yang dilaksanakan kepolisian menunjukkan, pada sebagian besar serangan siber, bahasa Tiongkok digunakan untuk membuat virus komputer dan komputer yang terinfeksi dipaksa untuk melakukan koneksi dengan server yang ada di Tiongkok, dan mengakibatkan pembocoran informasi.


Namun Kepolisian Metropolitan Tokyo belum memberikan konfirmasi mengenai informasi penting apa saja yang telah bocor, namun mencurigai organisasi tertentu di Tiongkok berupaya mendapatkan informasi mengenai diplomasi dan pertahanan.


Berdasarkan sumber Kyodo News di Kepolisian Metropolitan Tokyo, para penyerang menggunakan puluhan komputer pribadi, dan serangan tampaknya dilakukan oleh para profesional, karena berlanjut dalam beberapa tahun


Sekitar 140 surat elektronik berisi virus komputer telah ditemukan, dan satu kasus memperlihatkan komputer pribadi yang yterinfeksi diakses secara ridak sah sekitar 400 ribu kali dalam satu setengah tahun.


Upaya penyelidikan dilaksanakan Kepolisian Metropolitan Tokyo setelah Mitsubishi Heavy Industries Ltd, produsen pertahanan utama di Jepang, mengalami serangan siber pada bulan Desember 2010.